JAWA TIMUR — Guncangan gempa yang berpusat di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada pukul 05.58 WITA itu tercatat mengganggu 200 site atau base transceiver station (BTS). Berdasarkan pantauan operator telekomunikasi melalui dashboard monitoring hingga pukul 07.00 WIB, gangguan tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT.
Genset Darurat dan Ketergantungan pada Listrik
Executive Vice President (EVP) Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, mengungkapkan bahwa pemulihan infrastruktur saat ini masih sangat bergantung pada stabilnya pasokan listrik dari fasilitas kelistrikan daerah setempat. Sebagai langkah antisipasi, TelkomGroup telah mengaktifkan genset tambahan meski kapasitasnya terbatas.
Langkah ini diambil untuk memperkuat suplai daya mandiri, menjaga stabilitas operasional perangkat jaringan yang masih berfungsi, sekaligus mendukung kelancaran proses pemulihan layanan secara bertahap. Tanpa dukungan listrik yang memadai, tim teknis di lapangan kesulitan mengembalikan seluruh perangkat ke kondisi normal.
Percepatan Perbaikan Infrastruktur
Di lapangan, TelkomGroup mengerahkan seluruh tim teknis dan sumber daya yang dimiliki secara maksimal. Targetnya jelas: layanan telekomunikasi dan konektivitas digital bagi masyarakat NTT segera kembali beroperasi normal.
"Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengertian dan dukungan yang diberikan selama proses pemulihan berlangsung," ujar Rachmad dalam keterangan resminya.
Manajemen Telkom turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat musibah alam ini. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan pemantauan dan pemulihan jaringan terus dilakukan bersama seluruh operator seluler yang beroperasi di wilayah terdampak.
Peristiwa ini menjadi ujian nyata bagi ketahanan infrastruktur telekomunikasi nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia yang rawan bencana alam. Kecepatan pemulihan layanan menjadi prioritas utama, mengingat akses komunikasi sangat krusial bagi koordinasi bantuan dan evakuasi warga pascagempa.